Jumat, 27 Juni 2014

NETWORK MARKETING / MLM zaman tradisional vs zaman sekarang

Perkenalkan nama saya ziaurrahman..biasa dipanggil teman-teman a’ol..sedikit cerita tentang pengalaman saya yang saat ini masih menjadi karyawan disalah satu perusahan besar dibidang komunikasi dan saya masih dipercaya untuk menjadi kolektor, sebagai karyawan ketika saya bekerja dan waktu itu belum menikahi istri saya, penghasilan saya bisa dikatakan cukup kalau untuk diri saya sendiri, ketika saya menikah, baru terasa penghasilan saya ternyata kecil, selain menjadi karyawan, diluar itu saya juga bersama teman-teman satu grup musik kami biasanya menjadi pengisi acara-acara resepsi perkawinan, dan pasti itu menjadi pekerjaan sampingan saya,sampai saya memiliki seorang anak..ternyata penghasilan saya dari karyawan dan menjadi pemain musikpun masih terasa kurang, bukannya tidak bersyukur, faktanya kebutuhan hidup itu meningkat bisa 2-3 kali lipat dibanding dengan penghasilan, benarkan?bagaimana cara mengatasi permasalahan financial tersebut??tinggg......dan alhamdulillah, selalu ada pertolongan Allah S.W.T..dalam bentuk PELUANG-PELUANG..peluang yang harus saya tangkap dalam bentuk sebuah usaha, dalam bentuk bisnis dan sebuah bisnis..yang selalu NETWORK MARKETING!atau MLM!..kenapa??nah disini ceritanya....#musik kitaro..... Saya mengenal bisnis network marketing pada tahun 2006, waktu itu saya merasa sangat awam sekali tentang bisnis yang dikenal banyak orang dengan sebutan MLM, sebelumnya pernah melihat abang saya ikut bisnis MLM pada th 1995 dan abang saya serius mengikuti bisnis tersebut dan saya?masih belum paham,jadi sebatas melihat saja dan tak pernah mencari tahu apa itu MLM. Hingga saya dikenalkan sama teman sebuah bisnis jaringan/MLM yang mempunyai produk unggulnya produk kesehatan. Setelah dipresentasikan dari produk..marketing plannya..perusahaannya dan cara menjalaninya dan saya join walaupun saya belum paham dan belum tahu kenapa berbisnis network marketing, namun perubahan pada diri saya yang saya sadari saya yang pendiam dan pemalu berubah jadi orang yang suka ngomong dan menjadi percaya diri hingga saya direkomendasikan sebuah buku the cashflow quadrant barulah saya paham kenapa kita mesti membangun aset dengan sistem, yang saya tahu aset itu misalnya usaha kecil, toko, mobil, tanah, bangunan dsb itu rupanya termasuk aset cuma bukan aset bersistem..aset bersistem itu jika kita tinggalkan 2-3 th aset tersebut akan terus memberikan income pasif dalam arti tanpa kita harus bekerja, income terus masuk, seperti itu. Ibarat kalau kita mendirikan suatu perusahaan konvensional, bisa dibayangkan sebuah gedung, ada karyawannya, ada pabriknya, ada manajemen, bagian pemasaran, sales, mungkin outlet dan ketika perusahaan kita berkembang itu dikarenakan kita membuka jaringan-jaringan yang tersebar diseluruh indonesia, mungkin bisa jadi keseluruh dunia..bayangkan berapa besar modal yang kita butuhkan??? Atau membeli sebuah frainchise??saya pikir itu juga butuh modal yang sangat besar walaupun sistemnya sudah disediakan.. Kenapa network marketing/MLM masuk dalam kategori pemilik bisnis? Karena mengadopsi sistem jaringan..Cuma modalnya sangat kecil dan sistemnya sudah tersedia..banyak pebisnis-pebisnis MLM yang sudah berhasil memiliki penghasilan yang sama dan bahkan lebih dari pemilik bisnis konvesional maupun frainchise yang skalanya besar.. Dibisnis itu saya gagal!!ketemu lagi bisnis berikutnya bisnis jaringan pulsa..sama juga akhirnya gagal!!..namun pikiran saya tentang MLM masih belum bisa hilang..masih bekerja sebagai karyawan, sahabat yang selalu menawarkan peluang, memperkenalkan saya pada “bisnis” asuransi..saya tangkap lagi peluang yang katanya bisa pasif income..namun ketika saya mulai menjalani, ada yang kurang sreg dihati saya..koq seperti konsep MLM tapi kerjanya seperti karyawan??setahun saya diasuransi belum fulltime, dengan sahabat saya ini, eeeehh saya dikenalkan lagi sama bisnis MLM..memang sahabat saya yang special yang selalu menawarkan bisnis-bisnis, orangnya ya beliau juga hehehe...Cuma dibisnis MLM ini saya duluan join dari beliau karena abang saya yang sudah vakum bahkan negatif sm MLM juga menawarkan bisnis yang sama, akhirnya saya menjadi downline abang saya.. Yang menarik dibisnis MLM yang ini..banyak inovasi-inovasi terbaru, dari sistem hingga yang saya sadari, ternyata berkembangnya teknologi yang semakin canggih bisnis MLM pun sudah banyak yang “terupgrade”..serius! yang memudahkan para distributor/member/pelaku dibisnis MLM yang ini terasa sekali terbantu dalam mengembangkan jaringannya.. Orang bijak bilang ”temukan kemana trend mengarah dan jadilah bagian didalamnya”itu tepat!. Mengikuti perkembangan-perkembangan apapun yang terjadi secara global memudahkan kita dalam menangkap peluang-peluang tersebut..apapun itu..yang kalau kita tidak mengikutinya..siap-siap ketinggalan zaman, kata anak muda zaman sekarang..bukan Cuma trend fashion, gadget, kendaraan, rambut, musik, apapun dan bisnis MLM juga mengalami perubahan trendnya..dan di MLM inipun para pelaku bisnisnya masih ada pelaku-pelaku dibisnis ditrend sebelumnya..ternyata mereka sangat jeli melihat perkembangan bisnis MLM Bisnis MLM setiap ada yang menjadi miliarder, ketika zamannya berubah..mereka yang tidak mengikuti perubahan zaman, tidak mengikuti trend..bagi mereka mungkin sudah menjadi investor karena sudah passive income, namun bisnis MLMnya akan semakin pudar..ceritanya sudah mulai menghilang..tapi bagi mereka yang mengikuti trend..ketika ada peluang bisnis MLM yang berevolusi..mereka juga bisa dan sudah ada yang menjadi miliarder-miliarder baru, ada beberapa pelaku lama maupun pelaku bisnis yang baru..artinya kenapa kita yang gagal dibisnis MLM sebelumnya kita menjadi trauma?????kenapa mereka yang tidak trauma tetap menjadi miliarder?walaupun mereka harus memulai dari awal lagi merintis bisnis MLM tersebut sehingga mereka sukses kembali. Banyak bisnis MLM yang menipu masyarakat dan banyak juga bisnis MLM yang membuat mereka berhasil, kepada siapa kita belajar?sama yang gagal atau sama yang sukses?? Mereka yang tidak trauma dan bangkit kembali selalu memberikan peluang, mengajak kita sama-sama berjuang untuk sukses, mengajarkan ilmu sukses yang mereka dapat dari pelaku bisnis yang sukses duluan dan mereka yang sudah menjadi miliarder mendidik dan mementori kita supaya kita bisa menjadi seperti mereka melalui sistem yang mereka terapkan dan berhasil dan menjadikan itu sebagai sistem pendidikan yang belum ada hingga saat ini disistem pendidikan konvensional kita..pendidikan bisnis itu penting..belajar dari pengusaha yang mau menjadikan kita sebagai pengusaha, supaya apa? Supaya setelah kita menjadi miliarder kita bisa “memperbudak” uang di kuadran I sebagai investor/pemilik saham/deposan Sukses memiliki passive income hanya ketika aset bersistem kita bergerak dan menghasilkan uang tanpa bisa kita hentikan itu bukanlah akhir dari perjalanan, justru itu adalah start awal kita adalah dikuadran I dan berbisnis property/investasi/pemilik saham/deposan dalam skala BESAR, bukan skala kecil-kecilan.. Apa yang akan kita lakukan ketika kita tidak bisa menghentikan income yang terus masuk kerekening kita?? Selain kita bisa mewujudkan impian, tetap ingat..menjadi kaya itu bukanlah dosa, namun menjadilah kaya supaya kita bisa “beramal”dalam skala yang BESAR!apapun itu bentuknya.. intinya...cari tahulah bisnis mlm itu seperti apa bagi yang belum pernah..maupun yang sudah pernah..cari tahu perkembangan MLM sekarang sudah seperti apa..tanya saya bisa dan sangat senang hati saya akan menceritakan kepada teman-teman.. TUBEKONTINU....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar